Benteng Tatas pada awalnya adalah bangunan Loji (logie) yang dibangun pada tanggal 29 November 1635 yang didirikan VOC (Belanda) sebagai Kantor dagang di Banjarmasin di bawah pimpinan Wollebrandt Gelenysen de Jonge. Secara resmi pada tahun 1650 di Banjarmasin terdapat perwakilan dagang VOC.

Pada 1756 terjanjian perjanjian antara Sultan Banjermassin dan Johan Andreas Para Vinci menyimpulkan pada bulan Oktober 1756, ditetapkan bahwa East India Company (Inggris) untuk melindungi kepentingannya sendiri dan sultan diizinkan untuk membangun sebuah benteng batu: Fort Tatas. Fort Tatas adalah pentagon dengan pagar, tiga bastion di sisi sungai dan dua di sisi daratan.

 

Tatas Dalam Peta Samuel Thorton Tahun 2011

Dalam 1786-1787 Sultan diserahkan kepada kedaulatan VOC lebih Banjarmassin untuk masuk ke pinjaman, maka perusahaan. Pada awalnya, Belanda mendirikan benteng dan pusat pemerintahan di tanah daratan yang menyerupai pulau yang disebut Tatas sebagai pusat kota. Di kota itu dibangun rumahrumah Belanda, kanal, rumah sakit, alun-alun dan gudang. Di luar benteng, terdapat kampung-kampung yang dihuni oleh berbagai macam etnis. Kondisi ini menyebabkan migrasi ke daerah sekitar benteng untuk mencari peluang usaha. Namun, dalam perkembangannya muncul persoalan di sekitar benteng yang tidak mampu menampung arus migrasi yang membutuhkan tempat bermukim.

Posisi Tatas Dalam Peta Bonne Map Geographicus Tahun 1770

Pada tahun 1806 A.C. Coenradi, merancang kembali pembangunan Benteng tatas yang dibuatnya dalam sketsa bangunan Benteng Tatas yang berjudul Platte grond Teekening van ’t Fortje Talas [Tatas] te Banjermaassing zijnde desselvs Pallisadeering Project van Heer Oud Gouvernor van Boeckholtz atau diterjemahkan dalam Bahasa Inggris: Plan of the small Fortress Talas [Tatas] in Bandjermasin its Stockade having been constructed according to the Project of the Governor van Boeckholtz. (Sketsa terlampir).

Denah Benteng Tatas 1800

Pada tahun 1876 diputuskan untuk menggantikan benteng Tatas lama dengan gedung baru di situs yang sama. Benteng ini dari empat bastion ini dirombak ulang oleh Gubernur Jenderal Willem Rooseboom (1899-1904) pada Bulan Desember 1901.

Pada tahun 1910, ada hampir tidak ada sisa-sisa benteng yang terlihat.

Posisi Benteng Tatas Pada Tahun 1890-an

Pada tahun 1942, sebelum tentara Jepang memasuki Banjarmasin, AVC melakukan pembumihangusan. Pada tanggal 8 Pebruari 1942 (malam hari), kota Banjarmasin Pasar Sudimampir, dan pasar lima dirusak dan dibakar. Fort Tatas yang dipergunakan untuk menyimpan karet dan beras untuk tentara, dibakar habis.

Gambar Beberapa perwira Belanda berfoto bersama di depan Benteng Tatas, saat kunjungan pembesar asal Batavia ke Banjarmasin Tahun 1920-an.

Sejak tahun 1950 an hingga tahun 1981, bekas benteng tatas adalah Kompiek Asrama Tentara Tatas.

Pada tahun 1981 dibangun Masjid Sabilal Muhtadin yang besar di situs Benteng Tatas. Sisa-sisa hanya bertahan dari (kedua) adalah parit benteng.

 

 

Oleh : Mansyur, S.Pd, M.Hum dan Muhammad Syahreza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *