Beberapa waktu lalu KAKIKOTA bersama dengan Prof Julian Walker dari UCL London dan tim KOTAKITA mengunjungi beberapa wilayah di Kota Banjarmasin, yang mana sebelumnya telah ditetapkan 6 kampung untuk didatangi berdasarkan data yang berbasis pada area kumuh dan jumlah disabilitas di area tersebut. Salah satu kampung yang kami datangi yaitu Pemurus Baru. Kami banyak berdiskusi dan mendengar pendapat warga mengenai wilayahnya. Rasanya tak lengkap jika berkunjung ke suatu kampung tidak menemui Ketua RT kampung tersebut. Kebetulan waktu itu, kami bertemu dengan Ketua RT 6 di Pemurus Baru, yang mana ketua RT nya adalah seorang wanita, tentu saja membuat kami tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang beliau apalagi tentang kampungnya. Ibu Jamilah adalah salah satu sosok yang menginspirasi kami dalam perjalanan kali ini. Selain menjadi ketua RT , Ibu  Jamilah juga sangat aktif terlibat di berbagai kegiatan di kampungnya. Ibu Jamilah menceritakan tentang bagaimana awalnya beliau terpilih menjadi ketua RT.

Pada awalnya suami Ibu Jamilah adalah ketua RT yang menjabat selama 2 Periode, suami ibu Jamilah dipilih lantaran warga percaya akan sosok beliau, sehingga beberapa warga mengajak beliau untuk mendaftarkan namanya sebagai calon ketua RT di wilayah tersebut. Dua kali periode pemilihan, suami Ibu Jamilah terus dipilih oleh warga karena kepercayaan warga yang begitu besar terhadap keluarga ini. Pada Periode selanjutnya, ada beberapa orang yang mengatakan bahwa suami Ibu Jamilah tidak bisa dipilih lagi karena telah menjabat dua kali, kemudian beberapa warga menemui Ibu Jamilah untuk meminta Ibu Jamilah menanyakan persyaratan menjadi RT ke kelurahan. Sesampainya di kelurahan, pak lurah berkata bahwa bisa saja menjadi RT beberapa periode asalkan warga yang memilih dan percaya terhadap yang dipilihnya, lalu Ibu Jamilah juga menanyakan apakah menjadi RT harus tamat SMA karena beliau hanya tamat sampai SMP. Kemudian kata Pak Lurah bisa saja untuk menjadi ketua RT meskipun hanya tamat SMA tapi dapat mengemban amanah warga dengan baik dan benar. Kemudian beberapa warga menawarkan untuk Ibu Jamilah menjadi ketua RT dan bersedia memilih Ibu Jamilah menjadi ketua RT, sampai tepilihlah sekarang dari satu tahun yang lalu Ibu Jamilah menjadi ketua RT.

Ibu Jamilah terpilih karena kepedulian beliau terhadap lingkungannya. Saat ada kegiatan di kelurahan, ketika Pak RT waktu itu tidak bisa berhadir beliau lah yang turun tangan untuk mengikuti beberapa kegiatan. Beliau juga sangat aktif untuk mengadvokasi warga di lingkungannya. Beliau sangat peduli terhadap warganya, salah satu yang telah beliau lakukan adalah mengajak anak-anak yang putus sekolah untuk mengikuti atau mengambil Paket Kelas B & C, yang mana ketika lulus nanti mereka bisa mendapatkan ijazah setara SMA. Beliau mengatakan kepada anak-anak tersebut untuk sekolah agar bisa mendapatkan pekerjaan yang layak selain pekerjaan yang mereka lakukan sekarang sebagai pemulung, Ibu Jamilah berkata “dengan adanya ijazah kalian bisa melamar pekerjaan yang lebih baik dan membantu ekonomi keluarga kalian” , tentunya hal tersebut tidak mudah dilakukan, diperlukan adanya kesabaran agar bisa mengajak mereka untuk bersekolah lagi. Selain itu, Ibu Jamilah juga sangat aktif untuk mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki warga nya, misalnya saja beliau mengajak ibu-ibu untuk membantu pertumbuhan ekonomi keluarga yaitu dengan mengambil upah menjahit sasirangan (kain khas Kalimantan) atau mengambil upah mengupas bawang, mengambil upah mencuci. Kata beliau kepada mereka “Jangan malu untuk bekerja selagi itu halal dan bisa membantu ekonomi keluarga” . Ibu Jamilah juga pernah membantu warganya yang memiliki kekurangan, beliau berperan aktif untuk bertanya kepada kelurahan maupun badan lembaga terkait agar warganya bisa mendapatkan bantuan yang layak. Beliau juga sangat peduli terhadap penyandang disabilitas, dimana beliau pernah membawa salah satu warganya untuk diobati dan juga ikut serta dalam mendaftarkan warganya ke dinas sosial ketika ada pendataan mengenai disabilitas.

Sungguh kisah yang amat menarik dan menginspirasi bagi kami, bahwasanya kebaikan bisa kita lakukan dimulai dengan hal-hal kecil. Bentuk kepedulian kepada sekitar sudah saatnya kita pupuk agar terciptanya lingkungan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *